perbedaan-komunikasi-verbal-dan-non-verbal

Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal – Komunikasi adalah proses penyampaian atau pertukaran ide, emosi, informasi, dan pikiran antara dua orang atau lebih. Ketika interaksi yang bermakna terjadi di antara orang-orang, maka komunikasi yang efektif terjadi.

Dengan kata sederhana, cara orang mempersepsikan dan memahami arti kata atau kalimat atau tindakan fisik, dan kemudian terjadi proses komunikasi.

Komunikasi sangat penting di semua tingkatan dalam kehidupan manusia yang tanpanya seseorang tidak dapat bertahan dalam lingkungan sosial yang mencakup pribadi maupun profesional. Tujuan utama komunikasi adalah menyampaikan informasi dengan benar kepada penerima, sehingga menciptakan kejernihan pikiran dan menghilangkan kesalahpahaman, jika tidak seluruh gagasan komunikasi dapat dikalahkan.

Tetapi komunikasi memiliki bentuk atau jenis yang terpisah, yang utama adalah Komunikasi Verbal dan Non Verbal yang tidak jelas bagi banyak orang.

Komunikasi Verbal vs Non-Verbal

Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal adalah bahwa dalam komunikasi Verbal, pikiran atau emosi atau informasi dipertukarkan antar individu melalui penggunaan ucapan. Komunikasi non-verbal mengacu pada sinyal yang ditransmisikan melalui ekspresi wajah, postur, kontak mata, gerak tubuh, nada suara, bahasa tubuh, dan cara lainnya.

Setiap interaksi di mana seseorang menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi maka itu dikenal sebagai komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga dianggap sebagai metode tidak langsung di mana orang berkomunikasi dengan orang lain tanpa menggunakan kata-kata atau bahasa.

Apa itu Komunikasi Verbal?

Dalam komunikasi verbal, seseorang menggunakan kata-kata atau ucapan untuk bertukar informasi atau pesan. Itu terjadi dalam bentuk lisan serta format tertulis antara dua orang atau lebih.

Contoh komunikasi verbal adalah pertemuan, surat, laporan, email, catatan, memo, diskusi kelompok, wawancara, konseling, percakapan tatap muka, panggilan telepon, radio, dll.

Baca juga:  5 Tips Untuk Mendesain Pengalaman Orientasi Interaktif

Komunikasi verbal memainkan peran integral dalam menjaga hubungan yang sukses dan positif.

Melakukan komunikasi yang efektif dan konstruktif selalu menghasilkan orang yang puas, peningkatan produktivitas, operasi yang lebih lancar, dan penurunan kesalahan.

Komunikasi verbal yang efektif diperlukan untuk menumbuhkan hubungan positif di antara orang-orang, terlepas dari apakah itu dilakukan secara profesional atau di depan pribadi.

Kami bekerja dan hidup dengan orang-orang yang berasal dari geografi yang berbeda dan latar belakang budaya & bahasa yang berbeda, sehingga menjadi sangat penting bagi semua untuk bekerja keras pada keterampilan komunikasi verbal mereka untuk menyampaikan informasi yang benar kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat.

Keterampilan komunikasi verbal yang unggul juga meningkatkan kemampuan individu untuk berbagi pikiran, perhatian, dan gagasan secara tepat tanpa menyakiti siapa pun.

Komunikasi verbal dianggap sebagai mekanisme ekspresi tercepat.

Komunikasi verbal juga dapat dilakukan secara formal dan informal, dimana komunikasi verbal formal dilakukan dalam format terstruktur dengan menggunakan aturan & pedoman yang telah ditentukan, sedangkan komunikasi informal tidak secara tepat mengikuti format terstruktur aturan & pedoman.

Apa itu Komunikasi Non-Verbal?

Komunikasi non-verbal adalah metode yang banyak digunakan dalam proses komunikasi di mana seseorang tidak menggunakan satu kata atau bahasa untuk menyampaikan pesan atau informasinya kepada orang lain.

Ketika seseorang tidak menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi dengan orang lain melainkan menggunakan isyarat visual seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, postur, bahasa tubuh, nada suara untuk mengungkapkan perasaan mereka atau menyampaikan pesan, maka disebut Non -komunikasi lisan.

Ketika seseorang menghadiri pertemuan apa pun, muncul untuk wawancara, terlibat dalam diskusi kelompok atau dalam aktivitas apa pun, lalu bagaimana orang membawa diri mereka melalui sarana fisik menjelaskan tanggapan non-verbal mereka.

Baca juga:  5 Aplikasi yang Harus Dimiliki untuk Toko Bunga Profesional dan Bercita-Cita Tinggi

Misalnya, postur tubuh yang buruk dalam wawancara menunjukkan perilaku tidak profesional dan santai, menghindari kontak mata atau tatapan ke bawah mencerminkan bahwa seseorang tidak cukup percaya diri, orang yang berdiri atau duduk dengan tangan bersilang berarti dia mungkin defensif, dll.

Keterampilan komunikasi non-verbal tidak dapat dipelajari, keterampilan itu khas bagi individu karena mencerminkan sikap pribadi seseorang terhadap kehidupan dan orang lain.

Keterampilan khusus ini dapat membuat atau menghancurkan hubungan orang tersebut di bidang pribadi maupun profesional.

Ini bukan metode terstruktur yang dipandu oleh aturan & peraturan tertentu, komunikasi non-verbal adalah cerminan dari orang yang terlibat dalam proses komunikasi.

Seseorang harus memahami bagaimana ekspresi mereka dapat memengaruhi orang lain dan karenanya harus sangat berhati-hati.

Komunikasi non-verbal bekerja sangat baik dengan komunikasi verbal di kali. Terkadang sulit untuk menilai apakah penerima telah memahami makna atau pesan yang benar disampaikan kepada penerima atau tidak.

Artefak, Chronemics, Haptics, Vocalists, Proxemics, dan Kinesics adalah bentuk komunikasi non-verbal.

Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Komunikasi sangat penting bagi manusia karena bertindak sebagai blok bangunan dasar atau alat untuk mendukung kelangsungan hidup. Orang yang berbeda berkomunikasi secara berbeda baik secara verbal maupun non-verbal.

Namun perlu dikenali perbedaan antara komunikasi Verbal dan Non-verbal agar seseorang tidak pernah melewatkan pesan atau tanda-tanda penting.

  1. Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata dan bahasa yang tepat, sedangkan dalam komunikasi non-verbal tidak ada kata atau bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, melainkan ekspresi yang menyampaikan pesan.
  2. Dalam komunikasi verbal, kehadiran fisik pengirim dan penerima tidak diperlukan, sedangkan dalam komunikasi non-verbal kehadiran fisik orang tersebut sangat penting.
  3. Dalam komunikasi verbal, pesan mudah disampaikan dan dipahami oleh penerima, sedangkan dalam komunikasi non-verbal penerima dapat dengan mudah melewatkan sebagian atau seluruh pesan.
Baca juga:  Perusahaan Manufaktur: Pengertian, Karakteristik dan Contoh

Kesimpulan

Komunikasi adalah sarana yang digunakan untuk mewakili psikologi orang. Komunikasi yang efektif membantu orang tersebut untuk berkembang lebih baik dan membantu dalam meminimalkan masalah hubungan, baik pribadi maupun profesional.

Komunikasi verbal dan nonverbal adalah cara untuk menyampaikan pesan atau menyampaikan informasi dengan menipiskan fakta.

Keduanya, komunikasi Verbal dan Non-verbal sangat penting karena terkadang hal-hal tertentu tidak dapat dilalui dengan menggunakan metode komunikasi verbal yang terstruktur dan perlu menggunakan metode komunikasi non-verbal.

Juga, kadang-kadang seseorang perlu membatasi diri pada metode komunikasi verbal yang terstruktur.

Dengan demikian, keduanya menawarkan nilai yang berbeda dalam skenario yang berbeda. Oleh karena itu seseorang harus memahami perbedaan antara Komunikasi Verbal dan Non-verbal untuk berkomunikasi dengan baik.

Referensi

  1. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S006526010860369X
  2. https://www.tedcloak.com/uploads/4/5/3/7/45374411/electromagnetism2.pdf