5-perbedaan-ppk-dan-cpk-yang-perlu-kamu-tahu

5 Perbedaan PPK dan CPK Yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan PPK dan CPK – PPK dan CPK adalah dua indeks berbeda yang terlibat dalam analisis kapabilitas proses. Beberapa proses yang dilakukan dalam suatu organisasi memiliki variabilitas statistik yang melekat.

Indeks adalah bagian dari metode yang digunakan untuk mengevaluasinya. Namun, membedakan mereka seringkali dapat membingungkan terutama bagi mereka yang tidak secara teratur bekerja dengan mereka.

PPK vs CPK

Perbedaan PPK dan CPK adalah bahwa PPK adalah kependekan dari Process Performance Index yang mengevaluasi bagaimana suatu proses telah dilakukan dan apakah memenuhi spesifikasi atau tidak. Di sisi lain, CPK adalah kependekan dari Capability Performance Index yang memprediksi apakah suatu proses memiliki potensi untuk memenuhi spesifikasi tertentu.

PPK, pada dasarnya, adalah indeks yang mengukur seberapa baik suatu proses telah dilakukan selama periode waktu tertentu. Perhitungannya melibatkan sigma aktual yang menunjukkan berjalannya sistem sehubungan dengan spesifikasi yang ditargetkan. PPK yang lebih besar berarti bahwa perbedaan antara output proses dan batas spesifikasi lebih kecil.

CPK mengukur potensi suatu proses dan memberi tahu kita seberapa baik proses tersebut dapat memenuhi spesifikasi. Perhitungannya melibatkan estimasi sigma yang membantu memprediksi apakah proses akan memenuhi batas spesifikasi atau tidak. Seperti yang pertama, CPK yang lebih besar berarti bahwa perbedaan antara output proses dan batas spesifikasi lebih kecil.

Apa itu PPK?

PPK adalah alat statistik yang membantu mengevaluasi kemampuan proses dalam fase pengaturan awal. Ini diterapkan sebelum proses berada dalam keadaan terkendali. Dengan demikian, ia tidak dapat memprediksi masa depan. Sebaliknya, bagaimana suatu proses benar-benar berjalan dan apakah itu memenuhi batas spesifikasi. Pada dasarnya, ini mengevaluasi kemampuan jangka pendek dari suatu proses.

Baca juga:  Perbedaan Stockholder Dan Stakeholder

Perhitungan dalam metode ini dilakukan dengan menggunakan sigma aktual. Ini adalah standar deviasi yang dihitung dari menggunakan nilai data individual yang ada dalam kumpulan data. Jika nilai PPK besar, berarti proses tersebut lebih mampu menghasilkan output yang dibutuhkan. Sedangkan jika nilai PPK kurang maka proses tidak mampu menghasilkan output.

PPK paling sering digunakan ketika sebuah organisasi perlu menyiapkan proses yang sama sekali baru dengan cara yang cepat dan ekonomis. Metode ini merupakan metrik yang berguna untuk mengevaluasi perkembangan suatu set-up. Namun, ada faktor risiko yang terlibat karena indeks menyimpulkan bahwa proses sudah siap untuk produksi sebelum semua kerumitannya diselesaikan.

Itu selalu akal untuk menggunakan indeks PPK bersama dengan indeks PP. Kedua metrik harus digunakan bersama ketika proses dipusatkan pada nilai targetnya. Kesetaraan mereka menggambarkan bahwa proses dipusatkan dalam batas spesifikasi.

Apa itu CPK?

CPK adalah alat statistik lain yang mengevaluasi potensi suatu proses. Ini mengukur apakah proses akan dapat menghasilkan output ketika dalam keadaan terkendali. Varians alami dalam sistem dihitung sehubungan dengan batas spesifikasi. Ini menunjukkan seberapa baik suatu organisasi akan dapat mengendalikan proses.

Perhitungan CPK dilakukan dengan menggunakan estimasi sigma. Ini adalah perkiraan simpangan baku yang dihitung dengan membagi kisaran rata-rata dengan konstanta tabel. Nilai yang mendekati atau di bawah nol menunjukkan bahwa proses tidak sesuai target dan variasinya tinggi. Sedangkan nilai yang lebih besar dari nol menunjukkan proses tepat sasaran dengan variasi yang lebih sedikit.

Indeks CPK biasanya digunakan ketika organisasi perlu mencari tahu apakah proses mereka akan berjalan dengan baik atau tidak. Tidak ada ketergesaan atau urgensi yang terlibat. Namun, evaluasi hanya bermakna bila variasinya alami. Jika variasi atau kesalahan tak terduga lainnya dalam proses terjadi, kemampuan proses tidak akan memiliki nilai nyata.

Baca juga:  Perbedaan Riset Pasar Dan Riset Pemasaran

Itu selalu akal untuk menggunakan CPK bersama dengan indeks CP. Kedua metrik harus digunakan bersama ketika proses dipusatkan pada nilai target. Tidak seperti dalam kasus PPK, kesetaraan di kedua indeks menggambarkan bahwa proses tidak terpusat dalam batas spesifikasi.

Perbedaan PPK dan CPK

  1. PPK mengacu pada indeks yang mengukur bagaimana proses berjalan sedangkan CPK mengukur potensi proses.
  2. PPK menggunakan standar deviasi aktual untuk menghitung variasi proses sedangkan CPK menggunakan estimasi standar deviasi.
  3. PPK mengartikan kapabilitas jangka pendek sedangkan CPK menginterpretasikan kapabilitas jangka panjang.
  4. PPK bermakna ketika proses tidak dalam keadaan terkendali sedangkan CPK bermakna ketika proses dalam keadaan terkendali.
  5. PPK mengabaikan waktu sebagai faktor sedangkan CPK mempertimbangkan waktu dalam perhitungannya.

Kesimpulan

PPK dan CPK adalah dua indeks yang digunakan dalam perhitungan statistik. Memahaminya bisa jadi sulit bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakannya secara teratur. Namun, perbedaan paling sederhana di antara mereka adalah bahwa PPK mengukur bagaimana suatu proses berjalan sedangkan CPK mengukur potensi proses.

Perbedaan lain antara keduanya adalah mereka menggunakan metode perhitungan yang berbeda. Sementara PPK menggunakan standar deviasi aktual, CPK menggunakan estimasi standar deviasi. Kesimpulan dari nilai-nilai tersebut juga berbeda. PPK hanya dapat menginterpretasikan kapabilitas jangka pendek sedangkan CPK dapat menginterpretasikan kapabilitas proses jangka panjang. Selain itu, PPK mengabaikan waktu sebagai faktor sementara CPK tidak.

Refrensi

  1. https://www.spiedigitallibrary.org/conference-proceedings-of-spie/4889/0000/Cpk-and-Ppk–one-capability-index-is-not-enough/10.1117/12.467579.short
  2. https://www.smartersolutions.com/pdfs/articles/measurement_of_process_capability.pdf